Saturday, March 9, 2013

Wong Fei Hung Ternyata Seorang Ulama (Muslim)


Bismillahir Rah Maanir Rahim ...

Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) ternyata muslim ia adalah ulama yang jago kungfu dan juga seorang tabib.

Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, ahli Pengobatan, dan ahli beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmupengobatan tradisional, serta ahlibeladiri tradisional Tiongkok (wushu/ kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushutingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantungini di kemudian hari diwariskannyakepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluargaWong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh . Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hungsukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yanglegendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria(sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkanny a menjadi lebihmaju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri denganhanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan MokGwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. MokGwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka.

Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.

Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.

Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagikita, generasi muslim yang hidup setelahnya. .. Aamiin ..

** Sumber : bee4bisnis.blogspot.com

Tarikh Islam - Bagian II (YPI ALMUSLIMUN)

Bismillahir Rahmanir rahim
=========================
10. Ti kawit murangkalihna
Nyata luar biasana
Akhlakna jeung pangartosna
Jadi catur sadayana

11. Malah keur yuswa Mantena
Nincak salapan tahun-Na
Nya dicandak ku paman-Na
Ka Syam rek dagang maksadna

12. Nya di hiji pangrereban
Ka paman-Na ngawartosan
Pandita ka-Nasronian
Tah cirina ka-Nabian

13. Mantena pangumahaan
Dina aya kasulitan
Jeung Mantena paneundeunan
Surgi titipan-titipan

14. Malah kungsi dipuntangan
Ngaislahkeun pertentangan
Pada nu boga pimpinana
Ampir timbul pertempuran

15. Padahal henteu ngalaman
Asup kana pendidikan
Kana bacaan-bacaan
Taya pangalaman pisan

16. Dina pergaulanana
Jeung tahapan barodona
Ti kawit ngangon dombana
Sampe perdaganganana

17. Ngan nyandak watek ku anjeun
Teu keresa kabawakeun
Dina hal pikuciwaeun
Nu Gusti heunteu ridoeun

18. Kana tindak kamusyrikan
Watekna geus benci pisan
Ngan bari tara gangguan
Samemeh aya seruan

19. Ka fakir-miskin nyaahan
Karesepna ngabelaan
Ka nu nuju kasusahan
Watekna palay neuleuman
=========================

Bersambung teman ke bagian III,
Semoga bermanfaat
Melangkah Bersama Menuju Mardotillah.
Wassalam



Tarikh Islam - Bagian I (YPI ALMUSLIMUN)

Assalamu Alaikum Wr Wb,
Shobat bloger pada kesempatan kali ini Resti Yuliana Maulinakan berbagi Tarikh Islam namun Tarikh Islam ini kalau ditempat Resti biasa di baca dengan berima nadzom, maka disebutlah Nadzom Sejarah, oke langsung aja ke tkp teman.

Bismillahir Rahman Nirrahim
=========================
1. Urang kabeh kamistian
Nyaho sajarah jungjunan
Sangkan urang kadumukan
Dina enggoning manutan

2. Nya ieu rek diterangkeun
Sajarah nu diringkeskeun
Mayunkeun pikeun talareun
Nu lebarna teraskeuneun

3. Jungjunan urang wastana
Muhammad nu kamasyrhurna
Sayyid 'Abbullah ramana
Siti Aminah Ibuna

4. Di nagri Mekah medalna
Senen meneran poena
Robi'Ul Awwal bulan-Na
Kadua belas tanggalna

5. Dikantunkeun ku ramana
Nuju dibobotkeun-Nana
Yuswa ka genep taun-Na
Nya dikantun ku ibuna

6. Saba'da nilar ibuna
Ku eyangna dirawatna
Saba'da nilar eyangna
Ku Abu Thalib paman-Na

7. Nalika murangkalihna
Ngangon domba didamelna
Domba anu tatanggana
Malah sok nampi buruhna

8. Saba'dana dewasana
Nya ical-galeuh kasabna
Kanggo nyumponan huripna
Hurip anu sederhana

9. Dina salawe taun-Na
Tina yuswana Manten-Na
Kawitan istrianana
Nya ka Khadijah wastana
=========================

Bersambung shob ke Bagian II,
Semoga bermanfaat
Melangkah Bersama Menuju Mardotillah.
Wassalam


10 HADITS TENTANG BUDI LUHUR

1. Iman dan Budi Pekerti


Bismillahir Rahmanir Rahiim

اكمل المو منين ايمانااحسنهم خلقا.


"Orang Mu'min yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik budi pekertinya"
(HR Ahmad)


2. Hak Seorang Muslim Terhadap Saudaranya


Bismillahir Rahmanir Rahiim

حق المسلم على المسلم ست, اذالقيته فسلم عليه, واذادعاك فاجبه, واذااستضحك فانصحه, واذاعطس فحمدالله فشمته, واذا مرض فعده, فاذامات فاتبعه.


"Hak seorang Muslim terhadap Muslim lainnya enam perkara:
1. Bila bertemu, ucapkanlah salam kepadanya.
2. Bila dipanggil, maka datangilah.
3. Apabila diminta nasihat, berilah nasihat dengan bijak.
4. Apabila ia bersin lalu diiringi dengan mengucap "Alhamdulillah", maka jawablah: "Yarhamukallah."
5. Apabila ia sakit, lawatlah (tengoklah!).
6. Apabila ia meninggal (wafat), antarkanlah jenazahnya sampai ke kubur.
(HR Muslim)


3. Cinta Kepada Sesama Manusia


Bismillahir Rahmanir Rahiim

والذي نفسى بيده, لايومن عبدحتى يحب لاخيه مايحب لنفسه.


"Demi Tuhan! Tidaklah sempurna iman seseorang hamba, hingga ia mencintai kepada saudaranya sebagaimana cinta kepada dirinya sendiri."
(HR Bukhari-Muslim)


4. Ukurlah Diri Dengan Orang Yang Lebih Rendah


Bismillahir Rahmanir Rahiim

انظرواالى من هواسفل منكم, ولاتنظرواالى من هو فوقكم فهواجدران لاتردروانعمةالله عليكم.


"Pandanglah orang yang lebih rendah daripadamu, jangan memandang kepada orang yang lebih tinggi daripadamu, karena yang demikian itu lebih baik, agar kamu jangan memperkecil ni'mat karunia Tuhan yang telah dianugerahkan kepadamu."
(HR Bukhari-Muslim)


5. Hidup Sederhana


Bismillahir Rahmanir Rahiim

كل واشرب والبس وتصدق فى غيرسرف ولا مخيلة


"Makanlah, minumlah pakailah, dan bersedaklah, jangan berlebih-lebihan (boros) dan janganlah untuk bermegah-megah."
(HR Abu Daud-Ahmad)


6. Jangan Berbisik Ketika Sedang Bertiga


Bismillahir Rahmanir Rahiim

اذاكنتم ثلاثة فلايتناجى اثنان د ون الاخر, حتى تختلطوا بالناس من اجل ان ذلك يحزته.


"Apabila kamu sedang bertiga, janganlah berbisik berdua saja tanpa turut sertanya kawanmu yang ketiga, kecuali kamu sedang ada di tengah-tengah orang banyak, karena perbuatan yang demikian itu sangat mengharukan hatinya."
(HR Bukhari-Muslim)


7. Mempererat Tali Silaturrahmi


Bismillahir Rahmanir Rahiim

من احب ان يبسط له فى رزقه, وان ينساله في اثره فليصل رحمه.


"Barang siapa ingin murah rizqinya dan panjang umurnya, maka hendaklah mempererat tali hubungan silaturrahmi."
(HR Bukhari)


8. Keridhaan dan Kemurkaan Ibu-Bapak


Bismillahir Rahmanir Rahiim

رضي الله فى رض الوالدين, وسخط الله فى سخط الوالدين.


"Keridhaan Allah itu tergantung dari adanya keridhaan ibu-bapak, dan kemurkaan Allah itu tergantung dari adanya kemurkaan ibu-bapak."
(HR Tirmidzi)


9. Dosa Dosa Besar


Bismillahir Rahmanir Rahiim

سالت رسول الله صلى الله عليه وسلم : اي الذنب اعظم ? قال : ان تجعل لله نداوهوخلقك. قلت : ثم اي ? قال : ان تقتل ولدك خشية ان ياكل معك, قلت : ثم اي ? قال : ان تزانى جمحليلة جارك.


"Saya telah bertanya kepada Rasulullah saw: Dosa apakah yang paling besar?
Jawab Rasulullah: Menyekutukan Tuhan yang telah menjadikanmu.
"Saya bertanya lagi: Dosa apa lagi?
Jawab Rasulullah: Membunuh anakmu, karena engkau takut ia makan bersama-samamu.
"Saya bertanya lagi: Dosa apa lagi?
Jawab Rasulullah: Berzina dengan istri tetanggamu."
(HR Bukhari-Muslim)


10. Menunjukan Kepada Kebaikan


Bismillahir Rahmanir Rahiim

من دل على خيرفله مثل اجرفاعله.


"Barang siapa menunjukan orang supaya berbuat baik, maka orang itu memperoleh pahala sama seperti pahala orang yang mengerjakannya."
(HR Muslim)


Sumber : 101 Hadits tentang Budi Luhur
Penyusun : M SAID
Penerbit : PT ALMA'ARIF BANDUNG
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan, semoga bermanfaat.
Melangkah Bersama Menuju Mardotillah.
Wassalam



KHILAFAH ABU BAKAR ASH SHIDDIQ

Bismillahir Rahmanir Rahiim
Assalamu Alaikum Wr Wb.
Setelah Rasulullah Saw wafat, kaum Muslimin mengadakan pertemuan di Saqifah Bani Sa'idah. Mereka membicarakan siapakah sepatutnya yang menggantikan Rasulullah Saw dalam memimpin kaum Muslimin dan mengurusi persoalan ummat. Setelah diskusi, pembahasan, dan pengajuan sejumlah usulan; tercapailah kesepakatan bulat bahwa Khalifah Rasulullah pertama sesudah kematian beliau adalah orang yang pernah menjadi Khalifah (pengganti) Nabi Saw dalam mengimami kaum Muslimin pada saat beliau sakit. Itulah Ash Shiddiq, shahabat beliau yang terbesar dan pendamping beliau di dalam gua, Abu Bakar ra.
Ali ra tidak pernah menentang kesepakatan tersebut. Keterlambatan bai'at Ali kepada Abu Bakar karena urusan yang berkaitan dengan perbedaan pendapat yang terjadi antara Abu Bakar dan Fathimah ra mengenai masalah warisan Fathimah dari Rasulullah Saw.
Hal-hal Penting Yang Dilakukan Abu Bakar Selama Menjadi Khalifah

Pertama: Pemberangkatan Pasukan Usamah.
 Setelah resmi menjadi Khalifah, Abu Bakar segera memberangkatkan pasukan Usamah. Pasukan itu tertahan setelah sampai di sebuah tempat dekat Madinah bernama Dzu Khasyab, tempat ketika Usamah mendapatkan berita tentang sakitnya Rasulullah Saw. Abu Bakar ra tidak memperdulikan pendapat-pendapat yang mendesak agar pasukan Usamah dibekukan mengingat tersebarluasnya kemurtadan di sebagian barisan. Sebagaimana beliau juga tidak memperdulikan pendapat-pendapat yang menghendaki penggantian Usamah dengan orang lain.

Abu Bakar Ash Shiddiq ra berangkat mengantarkan pasukan yang dipimpin Usamah, dengan berjalan kaki. Ketika Usamah bermaksud turun dari kendaraannya agar dinaiki oleh Abu Bakar, ia berkata kepada Usamah: "Demi Allah, engkau tidak perlu turun dan aku tidak usah naik". Selanjutnya Abu Bakar menyampaikan wasiat kepada pasukan untuk tidak berkhianat, tidak menipu, tidak melampui batas, tidak mencingcang musuh, tidak membunuh anak-anak atau wanita atau orang lansia, tidak memotong kambing atau onta kecuali untuk dimakan.

Diantara wasiat yang disampaikan Abu Bakar kepada mereka ialah:

"Jika kalian melewati suatu kaum yang secara khusus melakukan ibadah di biara-biara maka biarkanlah mereka dan apa yang mereka sembah".

Kemudian secara khusus Abu Bakar berkata kepada Usamah:

"Jika engkau berkenan kuusulkan agar engkau mengizinkan Umar untuk tinggal bersamaku, sehingga aku dapat meminta pandangannya dalam menghadapi masalah/persoalan kaum Muslimin".

Usamah menjawab: "Urusannya terpulang kepadamu".
Kemudian Usamah bergerak bersama pasukannya. Setiap kali melewati suatu kabilah yang para warganya banyak melakukan kumurtadan, Usamah berhasil mengembalikannya lagi (kepada Islam). Orang-orang murtad itu merasa gentar karena mereka yakin seandainya kaum Muslimin tidak dalam posisi yang amat kuat, niscaya mereka tidak akan keluar pada saaat sekarang ini dan dengan pasukan seperti ini untuk menghadapi orang-orang Romawi. Sesampainya di negeri (jajahan) Romawi, tempat dimana ayahnya terbunuh, Usamah beserta pasukannya menyerbu mereka hingga Allah memberikan kemenangan. Kemudian mereka kembali dengan membawa kemenangan.

Kedua: Memberangkatkan pasukan untuk memerangi orang-orang yang murtad dan tidak mau membayar zakat. Pasukan ini dibaginya sepuluh panji, masing-masing pemegang panji diperintahkan untuk menuju ke suatu daerah. Sementara itu Abu Bakar sendiri telah siap berangkat memimpin satu pasukan ke Dzil Qishshah, tetapi Ali ra berkeras untuk mencegah seraya berkata:

"Wahai Khalifah Rasulullah, kuingatkan kepadamu apa yang pernah dikatakan Rasulullah Saw pada perang Uhud, "Sarungkan pedangmu dan senangkanlah kami dengan dirimu. Demi Allah, jika kaum Muslimin mengalami musibah karena kematianmu niscaya mereka tidak akan memiliki eksistensi sepeninggalanmu".

Kemudian Abu Bakar ra kembali dan menyerahkan panji tersebut kepada yang lain.
Allah memberikan dukungan kepada kaum Muslimin dalam pertempuran ini; sehingga berhasil menumpas kemurtadan, memantapkan Islam di segenap penjuru Jazirah, dan memaksa semua kabilah untuk membayar zakat.

Ketiga: Memberangkatkan pasukan Khalid bin Walid ke Iraq, bersama Mutsni bin Haritsah Asy Syaibani yang kemudian berhasil menaklukan banyak negeri dan kembali dengan membawa kemenangan dan barang rampasan.
Keempat: Abu Bakar memberikan gagasan dan memprakarsai memerangi negeri-negeri Romawi. Setelah para shahabat dikumpulkan dan dimintai pendapat mereka tentang gagasan ini akhirnya mereka menyetujuinya. Lalu Abu Bakar menoleh ke arah Ali seraya berkata; "Bagaimana pendapatmu wahai Abul Hasan?". Ali ra menjawab, "Aku melihat bahwa engkau senantiasa memperoleh keberkahan, keunggulan dan pertolongan. Insya Allah". Mendengar jawaban ini Abu Bakar ra merasa sangat gembira dan Allah pun melapangkan dadanya untuk melaksanakan gagasan tersebut.
Kemudian Abu Bakar mengumpulkan orang-orang dan menyampaikan khutbah kepada mereka. Dalam khutbahnya ia memobilisir masyarakat untuk berangkat jihad. Beliau juga menulis sejumlah surat pada para gubernurnya, memerintahkan mereka agar hadir. Maka setelah berkumpul sejumlah komandan, Abu Bakar memerintahkan mereka agar berangkat ke Syam pasukan demi pasukan.

Abu Bakar ra menunjuk Abu Ubaidah ra mengepalai Amir pasukan. Setiap kali seorang Amir berangkat, beliau melepasnya dan memberikan wasiat agar bertaqwa kepada Allah, menjaga persahabatan dengan baik, selalu menjaga shalat berjama'ah pada waktunya. Beliau berpesan agar masing-masing orang memperbaiki dirinya sehingga Allah menjadikan orang lain berbuat baik padanya, menghormati para utusan musuh yang datang kepada mereka, mempersingkat keberadaan para utusan musuh tersebut di tengah-tengah mereka agar tidak mengetahui keadaan dan kondisi pasukan kaum Muslimin.

Setelah kaum Muslimin berangkat menuju negeri-negeri Romawi dan tiba di Yarmuk, mereka mengirim berita kepada Abu Bakar bahwa pasukan Romawi berjumlah sangat besar. Kemudian Abu Bakar menulis surat kepada Khalid bin Walid di Iraq, memerintahkan agar berangkat menuju Syam dengan membawa separuh pasukan yang bertugas di Iraq untuk membantu pasukan Abu Ubaidah, dan menunjuk Mutsni bin Haritsah sebagai gantinya untuk memimpin separuh pasukan yang ada di Iraq. Kepada Khalid bin Walid Abu Bakar juga memerintahkan agar memimpin pasukan di Syam setibanya di negeri tersebut.
Kemudian Khalid bin Walid berangkat dan bergabung dengan kaum Muslimin di Syam. Kepada Abu Ubaidah, Khalid bin Walid menulis surat yang isinya:

"Amma ba'du, sesungguhnya aku memohon kepada Allah agar melimpahkan keamanan kepada diriku dan dirimu pada saat menghadapi ketakutan, dan memberikan perlindungan di dunia dari segala keburukan. Baru saja aku menerima surat dari Khalifah Rasulullah Saw. Beliau memerintahkan aku agar bergerak menuju Syam dan memimpin pasukannya. Demi Allah aku tidak pernah memintag hal tersebut dan aku tidak menginginkannya. Tetaplah engkau pada posisimu sebagaimana sedia kala; kami tidak akan menolak (perintah)mu, tidak akan menentangmu dan tidak akan memutuskan perkara tanpa kehadiran dirimu...".

Setelah membaca surat Khalid, Abu Ubaidah berkata; "Semoa Allah melimpahkan keberkahan atas keputusan Khalifah Rasulullah dan mendukung apa yang dilakukan oleh Khalid".
Sebelumnya Abu Bakar ra telah menulis surat kepada Abu Ubaida yang isinya menyatakan;

"Amma ba'du! Sesungguhnya aku telah mengangkat Khalid untuk memerangi musuh di Syam. Oleh karena itu, janganlah engkau menentangnya. Dengar dan ta'atilah dia! Wahai saudaraku, sesungguhnya aku mengutusnya kepadamu bukan karena dia lebih baik darimu, tetapi hanya karena aku berkeyakinan bahwa di memiliki kecerdikan dalam berperang di tempat yang sangat kritis ini. Semoga Allah menghendaki kebaikan bagi kami dan kamu. Wassalam...".

Kemudian terjadilah beberapa kali pertempuran sengit antara kaum Muslimin dan orang-orang Romawi yang akhirnya dimenangkan oleh kaum Muslimin. Orang-orang Romawi yang berhasil dibunuh tidak terhitung banyaknya, sebagaimana jumlah mereka yang ditawan.

Ditengah berkecamuknya pertempuran ini Khalid bin Walid mendapat surat yang memberitahukan bahwa Abu Bakar telah wafat dan digantikan oleh Umar ra. Surat itu juga menyatakan pemecatan Khalid bin Walid sebagai komandan pasukan di ganti (kembali) oleh Abu Ubaidah. Berita ini oleh Khalid dirahasiakan agar tida terjadi keguncangan di kalangan barisan kaum Muslimin. Ketika Abu Ubaidah menerima berita tersebut, ia juga merahasiakannya karena pertimbangan yang sama.


Semoga bermanfaat Shob jangan lupa baca juga Abu Bakar ra Wafat. Dalam kelanjutan Sejarah singkat ini
Melangkah Bersama Menuju Mardotillah
Wassalam...